LightBlog

Mata Di Tanah Melus, Catatan Pencapaian Kepengarangan Novel Okky Madasari

SUARAPELAJAR.COM, Jakarta – Siapa bilang menulis novel untuk anak-anak adalah perkara yang gampang? Perihal ini diakui oleh seorang Okky Madasari yang tengah meluncurkan novel terbarunya: Mata Di Tanah Melus.
Menurutnya, menulis novel anak merupakan suatu langkah yang butuh keberanian. “Menulis novel anak bukan sesuatu yang sederhana untuk saya. Ini sebuah langkah yang butuh keberanian dan keseriusan. Ini keputusan yang sangat beresiko”, tuturnya melalui akun twitternya, @okkymadasari, 18 Januari 2018.
Dorongan menulis buku anak bagi Okky Madasari muncul beberapa tahun terakhir ketika dia punya anak. Paksaan dan kesukaan sang anak yang selalu ingin mendengar cerita dari ibunya, itulah yang kian mendorong dia menulis buku anak-anak.
“Karena anak saya senang dibacakan cerita, karena saya dipaksa mengarang cerita untuknya, karena saya ingin sejak awal anak saya membaca cerita yang ditulis ibunya”, tuturnya lagi.
Selama proses kreatif penulisan cerita ini, anak gadisnya menjadi inspirasi besar dalam imajinasinya. Okky banyak menghabiskan waktu dengan anaknya. Dan setiap hal kecil yang dikerjakan sang anak menjadi sumber dari imajinasinya. Dia menuturkan di akun twitternya (9 Desember 2017):
“Since I decided to write a novel for children, my time with my daughter has been important part of my writing process. She has been my greatest inspiration, every little thing she does is source of my imagination”. (Sejak memutuskan menulis novel anak, waktuku dengan anak perempuanku menjadi bagian penting dari proses menulisku. Dia menjadi inspirasi besarku. Setiap hal kecil yang dia lakukan menjadi sumber imajinasiku).
Meskipun sudah menulis 5 novel dan 1 kumpulan cerita, baginya menulis cerita anak tetaplah merupakan tantangan tersendiri. Sebab menurutnya, menulis cerita anak baginya berarti dia harus keluar dari zona nyaman. Oleh sebab itu, dia mengaku bahwa “Mata Di Tanah Melus” adalah sebuah pencapaian dalam perjalanan kepengarangannya.
Dengan rampungnya novel ini, Okky merasa bahagia sekali. “Saya lega, saya bahagia, saya bangga”, tuturnya dalam catatan kecil untuk novel tersebut.
Bagi yang penasaran dengan cerita dari novel ini, sejak tanggal 22 Januari 2018 buku ini sudah bisa ditemui di Gramedia. Biar pun novel ini ditulis untuk anak-anak, para pembaca dewasa tidak perlu merasa segan untuk membaca. Sebab seperti kata pengarangnya sendiri: “Karena setiap orang dewasa sesungguhnya juga seorang anak-anak”.
(Man)
Share on Google Plus

About IMSA Etam

0 komentar: