LightBlog

HMI Kaltim Kaltara, Sikapi Keputusan Donald Trump



TARAKAN, Suarapelajar.com Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menjadikan Kota Suci Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel dan akan memindahkan Kedubes dari Tel Aviv, Mendapat kecaman dari berbagai Dunia Internasional.

Presiden Jokowi sendiri telah menyampai keberatannya dan mendorong Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar segera mengambil sikap tegas, untuk membatalkan keputusan Presiden Trump tersebut.

Di indonesia pun kecaman dari berbagai elemen segera bermunculan pasca pernyataan Trump, salah satunya Himpunan Mahasiwa Islam (HMI) Kalimantan Timur - Kalimantan Utara. Melalui ketua Umumnya Erlyando Saputra. "Ini sebuah langkah mundur rekonsiliasi mundur jauh kebelakang dan kita akan kembali kepada fase konflik panjang". Tegasnya.

Jika mencermati apa yang menjadi kebijakan AS, kita bisa bilang AS sedang melakukan provokasi Global. Dia Trump seperti ingin menggeser Front konflik. Ini lebih berbahya dari sikap sikap AS atas konflik di Timur tengah. Tuturnya.

Lanjut Erlyando, Yerusalem adalah kota suci bagi Umat Islam, Yahudi dan Nasrani. Posisi nya harus di hormati semua pihak. Perdamaian disana sulit untuk di rajut dalam waktu yang panjang. Seluruh masyarakat Global harus bersatu untuk menjaga perdamaian di Yerusalem dan tidak terpancing untuk mendukung seluruh tindakan kearah konflik seperti yang di lakukan Presiden AS Donald Trump.(fdl)
Share on Google Plus

About IMSA Etam

0 komentar: