LightBlog

Astaga! Seorang Aktivis Aank Ditangkap karena Sodomi 9 Remaja

https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 21 340 1817517 astaga-seorang-aktivis-ditangkap-karena-sodomi-9-remaja-i5kV35JaCA.jpgBALIKPAPAN Suarapelajar.com  - Seorang aktivis lingkungan berinsial PDW menjadi tersangka atas kasus pencabulan sesama jenis. Tersangka yang juga fasilitator anak berskala internasional itu ditangkap anggota Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim.
Direktur Reskrimum Polda Kaltim, Kombes Pol Hilman menyatakan, kasus predator seksual ini mencuat setelah 9 orang korban melapor ke kepolisian."Tersangka ditangkap di wilayah Yogjakarta," kata Kombespol Hilman.
"Awalnya ada informasi dari beberapa korban yang menyampaikan secara tertutup kemudian kita telusuri dengan melakukan lidik awal pada 20 Oktober," ungkapnya.
Dari penyelidikan itu, diketahui ada 9 korban yang diduga korban sodomi tersangka. Kemudian barang bukti yang dikumpulkan mulai dari smartphone dan laptop yang digunakan tersangka untuk menjaring korban melalui media sosial.
"Korban merupakan anggota komunitas lingkungan yang tersangka pimpin. Usianya antara 12 hingga 16 tahun," beber Hilman.
Modus tersangka membujuk korban untuk bertemu di suatu tempat atau diajak ke rumah untuk menuntaskan hasrat menyimpangnya. "Selanjutnya tersangka mengoral kemaluan korban bahkan memasukan alat vitalnya," ungkapnya.
Tersangka melakukan aksi cabul sesama jenis itu sejak 2013 lalu sehingga tidak menutup kemungkinan korban bertambah. Mengingat jaringan pelaku yang cukup luas sebagai aktivis dan juga mahasiswa. Ditambah lagi sering beraktivitas di luar negeri.
"Yang baru diketahui aksinya ada di 5 kota yakni Balikpapan, Samarinda, Bontang, Tarakan dan Palu di Sulawesi Tengah. Tersangka menjabat sebagai presiden di organisasinya sehingga mungkin banyak dana yang bisa dikelola kemudian dipakai untuk memperlancar aksinya dengan mengiming-imingi korban," ujarnya.
Selain dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, atas perbuatannya, tersangka juga dijerat dengan Pasal 292 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
(ulu) (sumber:okezone)
Share on Google Plus

About IMSA Etam

0 komentar: