LightBlog

Alumni BEM UI Kecam Tindakan Represif Aparat dan Penangkapan Aktivis Mahasiswa

JAKARTA, Suarapelajar.com – Alumni BEM UI mengecam keras perilaku aparat yang represif dalam menangani aksi mahasiswa dalam demonstrasi tiga tahun pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla di Istana Negara Jumat (20/10) lalu. Yang kemudian buntut dari aksi tersebut polisi mengamankan 14 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).
“Aksi rekan-rekan BEM se-Indonesia yang sejatinya menjadi wujud kemajuan demokrasi dan bentuk kontrol terhadap Pemerintah yang hidup di ruang demokrasi, ternyata dirusak dengan perilaku negara dan aparatnya yang represif. Apapun alasannya, tindakan represif aparat terhadap aktivis yang menyuarakan aspirasi masyarakat, bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan, bahkan perlu dikecam dan diperingatkan,” demikian kata Alumni BEM UI dalam sebuah pernyataan sikapnya yang diterima, Ahad (22/10).
Mereka menilai tindakan represif aparat yang berlebihan dalam menangani aksi mahasiswa, bahkan memberikan status tersangka terhadap mahasiswa yang melakukan aksi Evaluasi 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK sungguh merupakan bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai demokrasi bangsa ini.
Oleh karena itu, mereka atas nama Alumni BEM UI, menuntut kepolisian untuk membebaskan para mahasiswa yang ditangkap, serta mencabut status tersangkanya.
“Oleh karena itu, atas nama Alumni BEM UI, menuntut kepolisian untuk membebaskan rekan-rekan mahasiswa yang ditangkap serta mencabut status tersangkanya dan mendesak Presiden untuk memerintahkan dan menegur Kapolri agar bertindak dengan mengedepankan semangat demokrasi,” demikian pernyataan sikap di bagian lainnya.
Diberitakan, bahwa hingga saat ini polisi masih menahan dua orang mahasiswa yang ditangkap dalam aksi demonstrasi tiga tahun pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla di Istana Negara Jumat (20/10) lalu. Kedua mahasiswa tersebut bernama Muhammad Ardy Sutrisbi, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Ihsan Munawwar, mahasiswa STEI SEBI masih ditahan di Polda Metro Jaya. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.
Unjuk rasa BEM SI itu untuk mengkritisi tiga tahun kinerja Jokowi-JK di depan Istana Merdeka. Penetapan tersangka dilakukan usai keduanya menjalani pemeriksaan selama 1×24 jam di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta.
Sedangkan, 12 mahasiswa lainnya yang tergabung dalam BEM SI yang diamankan pada Jumat malam (20/10) di lokasi aksi tersebut, sudah dilepas polisi setelah menjalani pemeriksaan.(sumber:SERUJI.CO.ID)
Share on Google Plus

About IMSA Etam

0 komentar: