LightBlog

Besok, Pelajar Pontianak Akan Buat Beda Taman Digulis!

 
SUARAPELAJAR, PONTIANAK – Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia Kalimantan Barat (PW PII Kalbar) hari ini (12/8) meluncurkan program Perpustakaan Jalanan Khatulistiwa yang akan mulai diselenggarakan pukul 20.00 Wib. Di Bundaran Taman Digulis.

Ketua Umum PW PII Kalbar Dede Ari Kusuma mengatakan, sebagai bentuk kontribusi PII dalam mengembangkan budaya literasi di Kalbar, kita akan mulai program ini di Kota Pontianak terlebih dahulu.

“Kita ketahui bersama bahwa minat baca masyarakat khususnya pelajar sangat rendah. Oleh sebab itu kita perlu sadar dan menyadarkannya. Program ini juga bentuk apresiasi PII untuk membantu kebijakan pemerintah dalam meningkatkan budaya literasi yang merata,” ujar Dede saat ditemui di sekretariat PW PII Kalbar, Jumat (10/8).

Namun, Dede tidak menampik bahwa masih ada pelajar yang memiliki semangat tinggi untuk membaca hingga menulis bahkan ada juga yang sampai dibukukan.

Karna menurutnya pelajar memiliki potensi yang luar biasa, tinggal bagaimana potensi-potensi tersebut tersalurkan dan kita harus menfasilitasi itu.

Disisi lainnya, melihat persoalan pelajar yang sangat kompleks saat ini, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dsb. Apalagi ketika malam minggu, banyak pelajar-pelajar yang memiliki aktifitas yang tidak produktif dan bermanfaat.

Karna persoalan tersebut tidak mungkin instan terselesaikan, maka yang perlu dilakukan adalah mengalihkan aktifitas pelajar yang seperti itu dengan aktifitas lain yang bermanfaat salah satunya Perpustakaan Jalanan ini.




“Perpustakaan Jalanan ini tidak hanya menfasilitasi untuk membaca secara gratis, tapi juga melayani diskusi tentang buku dan keilmuan, dan hasil diskusi itu nanti kita notulensikan dan kita publis di media sosial.” lanjut dia.

Dede menambahkan, memang segmentasi Perpustakaan Jalananan ini tidak kita batasi, terbuka untuk umum dan gratis. Namun targetnya yang menjadi segmentasi utama adalah pelajar. Karna para pelajar berpeluang besar untuk menularkan virus literasi ini.

“Program Perpustakaan Jalanan ini akan kita coba intensifkan pertemuannya seminggu sekali. Dan lokasinya tidak hanya terfokus di Taman Digulis saja, tapi kita akan coba keliling di tempat-tempat yang memiliki keramaian, khususnya di taman-taman. Dan selanjutnya kita akan coba gelar saat Car Free Day, pada hari Minggu.” Ujar Dede.

“Kita juga membuka peluang untuk siapa saja yang ingin bergabung dan terlibat membantu. Kita sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut berkerjasama. Atau mungkin ada yang memiliki buku untuk dikontribusikan kita sambut baik itu. Atau bahkan sekedar menitipkan bukunya untuk di baca selama acara berlangsung saja juga tidak masalah.” Lanjutnya. (dd)
Share on Google Plus

About suara pelajar

0 komentar: