LightBlog

Memberi Uang Kepada Gepeng Akan Dikenakan Denda!

Anak jalanan dan gepeng di Kota Tepian

suarapelajar.com, Samarinda. Dinas Sosial (Dinsos) Samarinda mendapat bantuan dari perbankan untuk mencetak plang dan spanduk larangan memberi kepada anak jalanan (anjal) dan gelandangan pengemis (gepeng).
"Ini lagi dipesan. Ada 35 plang, 50 spanduk dan brosur-brosur," kata Kepala Dinsos Samarinda, Ridwan Tassa.

Namun, saat ini, Dinsos masih menunggu kepastian nomor Raperda Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Pasalnya, nomor tersebut akan dicetak di plang dan spanduk yang akan ditebar di 15 titik persimpangan di Samarinda.

"Saat ini Raperda PMKS masih dibahas. Otomatis belum ada nomor perdanya. Tapi, kalau nomor perdanya bisa ada duluan, lebih bagus biar bisa dicetak. Jadi, begitu perda disahkan, kita segera bisa deklarasi," kata Ridwan.

Nantinya, plang yang akan dipasang di persimpangan ini bersifat permanen, hingga belasan bahkan puluhan tahun.

"Makanya, kita perlu nomor Perdanya," katanya lagi.
Pesan di plang maupun spanduk yang akan ditebar tersebut menekankan agar masyarakat tidak memberi uang kepada anjal-gepeng.

"Tulisannya yang paling besar itu, Dilarang Memberi. Kalau memberi ini sanksinya. Sedangkan nomor perda-nya itu kecil saja. Saya yakin pemasangan plang dan spanduk ini akan efektif mengurangi masyarakat memberi ke anjal-gepeng," katanya lagi.

beliau juga mengatakan akan bekerjasama dengan beberapa lembaga dan organisasi masyarakat guna mengurangi masalah sosial ini. "kita akan kerjasama dengan Pelajar Islam Indonesia (PII) Kalimantan Timur dalam mengurangi masalah gepeng terutama masalah anak jalanan." tutur Ridwan Tassa

Ditempat lain Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia, Fadil Hidayatul Fajri menuturkan "kita mengapresiasi Dinas Sosial Samarinda percaya terhadap PII, ini merupakan langkah nyata kita dalam gerakan Sahabat Pelajar, dimana PII menjadi Solusi Alternatif bagi pelajar di Indonesia khususnya Kota Samarinda. kita juga punya program studentpreuner yang melatih jiwa kewirausahaan para pelajar".tutup fadil *(dull)
Share on Google Plus

About suara pelajar

0 komentar: