LightBlog

Kabupaten Paser Bersiap Menuju Menjadi Kota

Ahmad Saupi
SUARAPELAJAR.COM, Oleh Ahmad Saupi (Eks PD PII Kab. Paser)

Kota, pada sisi peradaban, setingkat lebih tinggi dari pada kabupaten. Syarat kota ialah tidak ada desa, jika masih terdapat desa, maka belum dapat menjadi kota.

Kota memiliki pendapatan perekonomian lebih tinggi dibandingkan kabupaten. Karena pergerakan perekonomian masyarakat pada kota lebih cepat dibandingkan dengan kabupaten. Pergerakan ekonomi itu dapat berupa lajunya transaksi barang dan jasa masyarakat, disebabkan karena baiknya insfrastruktur fiskal seperti kondisi jalan yang baik bagi transportasi bermotor dan transportasi pengangkutan barang, dibangunnya jalan menjadi jalur dua, sehingga dengan sendirinya bermunculan ruko-ruko serta tempat usaha lainnya di sisi jalan, di bangun jalan menjadi dua kali lebih luas untuk daya tarik bermunculannya mini market, perbankan, hotel, dan tempat usaha. Maka menjadi kota dengan sendirinya menjadi pusat perdagangan barang dan jasa bagi seluruh wilayah sekitarnya, ketika menjadi kota, kebutuhan dibangunnya pelabuhan dan bandara menjadi keharusan.

Kota mengandalkan aktifitas perputaran ekonomi masyarakat yang cepat, sedangkan kabupaten seringkali mengandalkan pendapatan dari Sumber Daya Alam (SDA). Sumber Daya Alam yang menjadi andalan pendapatan kabupaten seperti hasil ikan, karet, sawit, beras, ayam, sapi, jagung, buah, hingga batu bara dan minyak bumi. Pendapatan dari Sumber Daya Alam relatif memiliki perputaran sedang dan lambat, karena ia membutuhkan proses waktu yang sedang dan panjang dalam memperoleh hasil. Berbeda dengan Sumber Daya Alam pada sektor tambang, seperti batu bara dan minyak bumi, pengeksplorasinya memang lebih cepat, dan sangat cepat, tetapi pendapatan pada sektor ini hanya menguntungkan sedikit masyarakat, dan pemerintah, tentu dengan keuntungan yang sangat banyak.

Sebuah kabupaten merasa sangat beruntung jika terdapat lahan tambang pada wilayahnya, karena dapat menjadi pendapatan andalan bagi pemerintah. Selain menjadi pendapatan andalan pemerintah, dana sosial (corporate social responsibility) yang wajib dikeluarkan perusahaan tambang juga dapat berguna untuk pembangunan insfrastruktur masyarakat, serta dapat berguna untuk tambahan dana dari kegiatan sosial yang diadakan oleh masyarakat. Maka dari banyak generasi pemerintah, perusahaan tambang merupakan anugerah.

Sama halnya Sumber Daya Alam lainnya, sektor tambang juga tidak dapat mengupayakan kabupaten untuk menjadi kota. Kota itu memiliki perputaran perekonomian yang cepat, sedangkan pendapatan jika hanya mengandalkan sektor tambang saja tidak menghasilkan perputaran perekonomian yang cepat, dan tidak menghasilkan pendapatan perekonomian yang sama tinggi seperti yang terdapat pada kota.

Pendapatan yang tinggi bagi pemerintah disebabkan oleh perputaran perekonomian yang cepat, tidak dapat diupayakan, kecuali oleh masyarakat. Cirinya ialah meningkatnya pendapatan masyarakat dilihat dari adanya bangunan sebagai rumah dan tempat usaha yang semakin besar dari fisik bangunannya, serta peningkatan pada kendaraan yang dimiliki masyarakat, baik kuantitasnya, maupun kualitasnya.

Sedangkan pada pendapatan sektor tambang, penghasilan terbesar hanya didapati oleh sedikit masyarakat, itu pun masyarakat sebagai pegawai perusahaan, tidak bagi penghasilan seluruh masyarakat. Seluruh masyarakat tetap pada aktifitas kerjanya semula, tidak ada perubahan apa-apa walaupun banyak sekali perusahaan tambang,, dan seluruh masyarakat umum tetap pada penghasilan perekonomian yang sama. Maka adanya pendapatan sektor tambang tidak menjadikan aktifitas perekonomian masyarakat meningkat.

Pada sebuah kabupaten di Kalimantan Timur, kabupaten paser, sedari dulu pendapatan daerah mengandalkan hasil tambang batu bara dan sawit. Pada berbagai generasi bupati, insfrastruktur masih begitu-begitu saja. Terdapat peningkatan tetapi relatif sedikit.

Sudah menginjak usia lima belas tahun perusahaan tambang berdiri, jalan panjang yang menghubungkan antara ibu kota Kabupaten Paser dan Kalimantan Selatan, sedari dulu dan hingga kini jalannya masih amat banyak berlubang. Pekerjaan serta penghasilan masyarakat juga masih begitu-begitu saja. Ada peningkatan, tetapi hanya pada insfrastruktur pemerintahan, sedangkan insfrastruktur untuk masyarakat seperti kelayakan jalan dan kebutuhan jembatan, juga masih begitu-begitu saja. Telah lama sudah perusahaan tambang berdiri, tetapi tidak ada peningkatan berarti bagi kesejahteraan masyarakat.

Baru pada kepemimpinan Bupati Ridwan Suwidi,  yang menjabat selama dua periode, Kabupaten Paser benar-benar berubah. Bupati yang mendapatkan rekor muri sebagai Bupati tertua seluruh Indonesia, berumur tujuh puluh dua tahun. Jabatan Bupati sedari tahun 2006-2010 dan 2010-2015.

Selama sepuluh tahun, Kabupaten Paser yang kecil dan terpencil menjadi berkembang dan bersiap untuk menjadi kota. Hal itu karena program pemerintah yang fokus mempersiapkan diri ke depan untuk tidak lagi manjadikan hasil batu bara sebagai pendapatan utama. Maka Kabupaten Paser memformat diri untuk persiapan menjadi kota dagang.

Banyak sekali insfrastruktur yang di bangun. Dalam awal menjabat, pemerintah memperluas jalan dan membangun jalan jalur dua pada 10 kecamatan di Kabupaten Paser. Dulu jalan-jalan itu sepi dan kecil, kini ramai oleh ruko-ruko sebagai wadah usaha, perbankan, dan tampak sekali peningkatan perekonomian pada masyarakat serta rumah-rumah mereka.
Selain itu, berlanjut juga pada pengaturan tata kota yang teratur. Mulai dari pemindahan pasar dan pembangunan pasar induk. Meluaskan jalan-jalan di ibu kota kabupaten menjadi dua kali lebih luas. Membangun banyak sekali jalur dua di jalan-jalan di dalam ibu kota kabupaten. Membangun siring pinggir sungai yang dahulu kumuh, kini menjadi tepian yang indah dengan panjang sekitar satu kilo meter dengan taman, lampu, tempat duduk, dan tempat bermain anak-anak. Membangun banyak tempat untuk merayakan kegiatan atau festival masyarakat.

Juga pembangunan pada pendidikan dan olah raga. Membangun dua SMK dan satu SMA internasional. Menyediakan sekolah gratis dua belas tahun tanpa biaya. Menyediakan beasiswa kuliah pada berbagai program ke pulau jawa. Membangun stadion sepak bola dan lapangan tenis. Membangun lapangan golf. Membangun kolam renang.

Dan pembangunan bagi masyarakat. Pembangunan rumah sakit internasional. Pembangunan pelabuhan dan angkat muatnya yang saat ini baru terdapat tiga jurusan pelayaran: Makassar, Surabaya, dan Jakarta. Juga pembangunan bandara untuk pesawat penerbangan. Dan pembangunan hotel.

Sehingga kini luar biasa berubah dalam hanya satu kepemimpinan. Kabupaten Paser yang kecil dengan akses yang terpencil, kini menjadi benar-benar berubah. Walaupun tidak sedikit pula masyarakat yang memprotes berbagai pembangunan itu, karena anggaran pemerintah menjadi minus milyaran rupiah. Rupanya kebijakan fiskal ini kebijakan yang berani. Kebijakan untuk mempersiapkan agar tidak lagi menjadi ketergantungan terhadap tambang batu bara. Kebijakan agar bersiap untuk menjadi kota.
Share on Google Plus

About suara pelajar

0 komentar: