LightBlog

Menyapa Desa Muslim Lukomir di Bosnia

Foto: Lukomir, satu-satunya desa tradisional muslim Bosnia hingga kini (Yayat Dayat/TRANS7)
Lukomir - Sarajevo, ibukota Bosnia memang indah. Bangunan ala Eropa dan gaya Roman, berpadu cantik. Membuat kota ini semakin menarik untuk dijelajahi.

Namun berbicara tentang muslim di Bosnia, tidak hanya tentang muslim yang tinggal di perkotaan. Tetapi ada juga Desa Lukomir yang cantik.

Di sini hidup suku muslim di tengah Pegunungan Bjelasnica. Terletak di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, Lukomir adalah satu-satunya desa tradisional muslim yang masih ada di Bosnia hingga saat ini.

Nama Lukomir bermakna pelabuhan kedamaian. Sesuai dengan apa yang mereka cari saat itu, sebuah kehidupan nyaman dan damai tanpa adanya paksaan.

Emina adalah salah satu muslim yang hingga saat ini masih tinggal di Lukomir, dalam balutan kehidupan sederhana. Tak banyak yang bertahan tinggal di desa yang terisolasi ini, sebagian besar kaum muda memutuskan tinggal di kota besar untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.

Penduduk Lukomir memeluk Islam tanpa adanya paksaan. Nenek moyang mereka yang saat itu non-muslim menemukan sesuatu yang berbeda pada Islam.

Islam dibawa dan disebarkan oleh Turki Utsmani, yang datang ke wilayah Bosnia di awal abad ke-15. Segera setelah itu, seluruh penduduk Lukomir memutuskan memilih Islam dan menjadi muslim seutuhnya.
Foto: Tarian tradisional Bosnia yang disebut "Kolo" atau "Oro" yang bermakna barisan (Yayat Dayat/TRANS7)
Mengunjungi Lukomir, kita akan disambut keramahan warga. Mencicipi masakan tradisional, dan bisa ikut terlibat dalam tarian tradisional mereka. Tarian yang disebut kolo atau oro, yang bermakna barisan tarian. Kolo, bisa ditemui hampir di sebagian besar wilayah Bosnia Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Macedonia, Montenegro, Serbia dan juga Slovenia.

Meski dapat ditemui di beberapa negara, tarian rakyat ini memiliki perbedaan dan keunikan masing-masing. Terutama dalam gerakan dan juga pakaian.

Bosnia adalah salah satu negara, di mana banyak sekali perayaan tradisional. Dalam festival inilah , biasanya kelompok-kelompok penari kolo akan ikut serta dan menampilkan kebolehan mereka .

Sumber : detikcom
Share on Google Plus

About IMSA Etam

0 komentar: