LightBlog

Cerita Peserta SBMPTN 2017: Lebih susah dari Ujian Nasional

Suarapelajar.com Jakarta - Ribuan peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Indonesia (UI) telah selesai mengikuti serangkaian tes untuk masuk perguruan tinggi. Banyak cerita dari peserta soal tes SBMPTN ini.

Cerita pertama datang dari Shannaz yang mengaku mendaftar di berbagai perguruan tinggi. Dia melakukan banyak persiapan sebelum menghadapi tes SBMPTN hari ini.

"Daftar universitasnya FH UI, FH Unpad, dan Sosiologi Unpad. Persiapannya untuk menghadapi tes ini dengan belajar, ikut bimbel (bimbingan belajar) dan les privat," ujar Shannaz usai mengikuti tes SBMPTN di kampus UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (16/5/2017).
Ada pula cerita dari Dita. Dita berkata dirinya juga melakukan banyak persiapan untuk menghadapi tes. "Ikut SBMPTN daftar universitasnya Komunikasi UI, Komunikasi Unsoed, Ekonomi Pembangunan UNN. Persiapannya untuk menghadapi tes dengan belajar, ikut bimbel, minta ajarin temen yang jurusannya IPS," sebut Dita.

Sementara itu, peserta lain yang mengaku bernama Syaif, menyebut dirinya memilih jurusan Fakultas Hukum UI dan Psikologi UI. Syaif saat ini bersatus sebagai mahasiswa ITS jurusan Teknik Geofisika. Syaif ikut SBMPTN untuk mencoba peruntungan yang lain.

"Coba ikut SBMPTN lagi di tahun kedua. Alhamdulillah bisa, ada (soal) yang susah tapi dikerjakan semampunya," ucapnya.
Sementara itu, Humas Pelaksanaan SBMPTN UI, Egia Etha Tarigan menyebut ada 11 fakultas yang dijadikan lokasi tes SBMPTN. Egia juga menyebut ada 281 ruang ujian yang digunakan oleh ribuan peserta hari ini.

"Untuk di UI terdapat 281 ruang ujian dengan jumlah total peserta ujian 7.640 orang," jelas Egia.

Peserta SBMPTN di UI sendiri dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama untuk peserta yang berminat di sains dan teknologi (saintek) dan sisanya untuk minat sosial dan humaniora. Kloter saintek melaksanakan ujian mulai pukul 07.00 WIB, sedangkan kloter soshum sejak pukul 09.45 WIB. 
(gbr/imk) Sumberdetik.news
Share on Google Plus

About IMSA Etam

0 komentar: